Apple serta Google Keduanya sama Tawar Toshiba

perusahaan-toshibaToshiba sudah mulai buka penawaran untuk usaha memori NAND kepunyaannya. Perusahaan yang punya niat beli unit usaha memori Toshiba juga mulai ajukan penawaran.

Diambil KompasTekno dari MacRumors, Selasa (4/4/2017), sebagian perusahaan besar yang turut ajukan penawaran yaitu Apple, Google, serta Amazon.

“Perusahaan tehnologi Amerika Serikat (AS), yakni Apple, Google, serta Amazon sekarang ini tertarik ajukan harga untuk beli unit usaha Toshiba, ” tutur seseorang sumber yang dekat dengan persoalan ini.

Apple adalah satu diantara perusahaan besar yang memercayakan supply memori NAND dari Toshiba. Disamping itu, Google serta Amazon menginginkan beli unit usaha Toshiba itu untuk digunakan memasok keperluan server semasing.

Sekarang ini tak di ketahui berapakah besar tawaran yang diserahkan oleh Apple, Google serta Amazon untuk dapat beli unit usaha Toshiba itu. Tetapi satu yang di ketahui, satu perusahaan manajemen investasi Silver Lake serta perusahaan processor Broadcom tawarkan harga 18 miliar dollar AS atau setara Rp 239, 8 triliun.

Terkecuali nama itu diatas, info yang ditulis membuka kalau Western Digital, Foxconn serta TSMC termasuk juga dalam sebagian perusahaan yang sudah ajukan penawaran harga untuk beli unit usaha Toshiba itu.

Terlebih dulu, pada Kamis (30/3/2017) lantas, beberapa pemegang saham Toshiba sudah sepakat untuk memisahkan unit usaha memori NAND serta menjualnya. Penjualan itu dikerjakan untuk memperoleh penambahan dana minimum 9 miliar dollar AS atau sekitaran Rp 119, 9 triliun.

Dana ini diperlukan Toshiba untuk menutupi cost konstruksi pembangkit listrik tenaga nuklir yang bikin perusahaan terancam bangkrut.

Jepang Takut Toshiba Dibeli China?

oshiba tengah merencanakan melego divisi chip memori kepunyaannya untuk keluar dari krisis finansial yang membelit. Walau demikian, pemerintah Jepang nampaknya cemas tehnologi Toshiba bakal jatuh ke China jika perusahaan dibeli oleh pihak asal Negeri Bambu.

Seseorang sumber menyampaikan kalau pemerintah Jepang juga bersiap memblokir penjualan divisi chip memori Toshiba jika menilainya calon yang berminat dapat meneror keamanan nasional. Pemerintah disebutkan bersiap menggunakan hukum perdagangan dengan pihak asing.

Dari demikian banyak perusahaan tehnologi yang punya potensi beli divisi chip Toshiba, baru Foxconn saja yang menyebutkan akan ajukan penawaran. Foxconn sendiri memanglah datang dari China.

Foreign Exchange and Foreign Trade Act di Jepang memanglah mengatakan kalau pihak asing yang akan mengakuisisi perusahaan Jepang dengan tehnologi berkaitan keamanan nasional mesti peroleh izin pemerintah terlebih dulu.

Pada 2011 lantas, regulasi ini pernah dipakai untuk menghindar peminat asing beli saham perusahaan kamera serta perlengkapan medis Olympus. Saat itu, argumennya yaitu tehnologi optik yang digeluti Olympus juga dipakai di perlengkapan militer Jepang.

Mengenai chip memori Toshiba yaitu satu diantara komponen inti di bagian robotika, kecerdasan buatan, serta sebagian piranti yang tersambung ke internet hingga dinilai ikut menyangkut keamanan nasional.

” Dari pojok pandang keamanan nasional Jepang ini, Amerika Serikat yaitu hanya satu partner yang sangat mungkin, ” tutur sang sumber, seperti dirangkum KompasTekno dari Reuters, Senin (13/3/2017).

Calon peminat mungkin dari divisi memori Toshiba termasuk juga beberapa nama besar di binis memori, seperti Western Digital serta Micron Technology Inc., juga pemanufaktur chip seperti SK Hynix, Foxconn, serta TSMC.

Toshiba menginginkan selekasnya jual divisi chip memori untuk menghadapi kerugian 6, 3 miliar dollar AS dari unit usahanya di Amerika Serikat. Hasil penjualan disebutkan pasti akan dipakai sebagai cadangan dana untuk kerugian lain di hari esok.

Divisi memori Toshiba yang disebut pabrikan chip memori NAND ke-2 paling besar didunia itu divaluasi sebesar 13 miliar dollar AS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *